Monday, 24 April 2017

Pembahasan soal letak unsur sistem periodik & konfigurasi elektron

Berikut adalah cara menentukan golongan unsur tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron:
  • Jika konfigurasi elektron berakhir pada sn maka unsur tersebut berada pada golongan nA
  • Jika konfigurasi elektron berakhir pada pn maka unsur tersebut berada pada golongan (n + 2)A.
  • Jika konfigurasi elektron berakhir pada dn maka unsur tersebut berada pada golongan (n + 2)B.
  • Jika konfigurasi elektron berakhir pada fn maka unsur tersebut berada pada golongan lantanida dan aktinida.

Cara  menentukan periode unsur tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron:
  • Jika konfigurasi elektron berakhir pada ns, np, (n - 1)d ns2, (n - 2)f (n - 1) d10 ns2 maka periode unsur tersebut adalah n.

Untuk lebih jelasnya, pelajari pembahasan contoh soal menentukan letak unsur berdasarkan konfigurasi elektron dibawah ini:

Nomor 1
Suatu atom unsur mempunyai konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5 4s1. Unsur tersebut dalam sistem periodik unsur terdapat pada ...
A. golongan 1A dan periode 4
B. golongan 1B dan periode 4
C. golongan IVA dan periode 4
D. golongan VIIB dan periode 4
E. golongan VIB dan periode 3

Pembahasan
Unsur tersebut dengan konfigurasi berakhir di 4s1 sehingga n = 1 maka golongan = 1A.
Unsur tersebut berakhir pada blok 4s sehingga periode ke 4.
Jawaban: A

Nomor 2
Konfigurasi elektron atom suatu unsur adalah: 1s2 2s2 2p6 3s2 3d10 4s2 4p6 4d7 5s2. Unsur tersebut dalam sistem periodik terdapat pada ....
A. golongan IIA dan periode 5
B. golongan IIB dan periode 7
C. golongan VA dan periode 7
D. golongan VIIIB dan periode 5
E. golongan VIIA dan periode 5

Pembahasan
Unsur tersebut dengan konfigurasi berakhir di 5s2 sehingga n = 2 maka golongan IIA.
Unsur tersebut berakhir pada blog 5s sehingga periode ke 5
Jawaban: A


Ditulis oleh: Admin Pembahasan Contoh soal Updated at : Monday, April 24, 2017

Wednesday, 19 April 2017

Contoh soal konfigurasi elektron dan pembahasannya

Berikut adalah pembahasan contoh soal konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron merupakan salah satu subbab Struktur Atom dan Sistem Periodik, pelajaran kimia SMA. Pembahasan soal ini dapat digunakan sebagai bahan belajar tambahan untuk dapat memahami pelajaran Kimia.

Dalam penulisan konfigurasi elektron, harus mengikuti aturan Aufbau dan larangan Pauli. Aturan Aufbau menyatakan elektron mempunyai kecenderungan untuk menempati subkulit yang tingkat energinya rendah. Larangan Pauli menyatakan didalam satu atom tidak boleh terdapat dua elektron dengan empat bilangan kuantum yang sama. Untuk lebih jelasnya, pelajari pembahasan soal konfigurasi elektron dibawah ini:

Nomor 1
Konfigurasi elektron yang tepat dari unsur 23V adalah....
A. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d3
B. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d3
C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d5
D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 4p3
E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 4p3
D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d2 4p3

Pembahasan
Urutan penulisan konfigurasi elektron sebagai berikut; 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p dan seterusnya.
Konfigurasi elektron 23 V yaitu 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d3
Jawaban: B

Nomor 2
Konfigurasi elektron yang benar untuk unsur Q dengan nomor atom 33 adalah..
A. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p1
B. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p2
C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p3
D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 3d1
E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 3d3

Pembahasan
Urutan penulisan konfigurasi elektron sebagai berikut1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p dan seterusnya.
Jadi konfiguran Q dengan nomor atom 33 = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p3
Jawaban: C


Ditulis oleh: Admin Pembahasan Contoh soal Updated at : Wednesday, April 19, 2017

Monday, 17 April 2017

Contoh soal tata nama alkana, alkena, alkuna & pembahasan

Nomor 1
Beri nama senyawa yang memiliki rumus struktur sebagai berikut:
Contoh soal nama alkana
A. 1, 1, 3-trimetilpentana
B. 2-etil-4-metilpentana
C. 2-metil-4-etilpentana
D. 2,2,4,4-tetrametilheksana
E. 3,5-dimetilheksana

Pembahasan
Karena tidak ada ikatan rangkap maka senyawa tersebut adalah alkana.
Tentukan terlebih dahulu rantai terpanjang lalu beri nomor seperti dibawah ini:
Cara memberi nama senyawa alkana 

Rantai terpanjang ada 6 sehingga bernama heksanasehingga nama senyawa tersebut 2,2,4,4-tetrametilheksana.
Jawaban: D

Nomor 2
Nama yang tepat untuk senyawa berikut adalah....
Contoh soal nama alkena
A. 2,5-dimetil-5-etil-2-pentena
B. 2-metil-5metil-2-heksena
C. 2-etil-5-metil-2-heksena
D. 2,5-dimetil-2-heptena
E. 3,6-dimetil-5-heptena

Pembahasan
Karena ada ikatan rangkap dua maka bisa dipastikan golongan alkena.
Tentukan rantai terpanjang lalu beri nomor dimulai dari rantai rangkap terdekat seperti dibawah ini.
Pemberian nama senyawa alkena
Rantai terpanjang ada 7 sehingga bernama Heptena sehingga senyawa itu mempunyai nama 2,5-dimetil-2-heptena.
Jawaban: D

Nomor 3
Penamaan senyawa kimia harus benar secara IUPAC dan Trivial. Penamaan berikut yang tidak benar menurut aturan penamaan IUPAC adalah...
A. 2,2-dimetilbutana
B. 2-etilbutana
C. 2,2-dimetilpropana
D. 3-etilpentana
E. isobutana

Pembahasan
Penamaan yang tidak benar secara IUPAC adalah Isobutana karena termasuk penamaan secara Trivial.
Jawaban: E

Nomor 4
Diketahui struktur senyawa sebagai berikut:
Contoh soal nama oktena
A. 2,4,5-metil-3-oktena
B. 2,4,5-trimetil-3-oktena
C. 2-metil-4,5-dmetil-3-oktena
D. 2,5,6-trimetil-3-oktena
E. 3,4,6-trimetil-3-oktena

Pembahasan
Senyawa tersebut mempunyai rangkap 2 sehingga termasuk golongan alkena.
Rantai terpanjang yang horizontoal berjumlah 8 sehingga bernama Oktena.
Penomoran dimulai dari kiri karena terdekat dengan rangkap 2.
Metil ada 3 yaitu pada nomor 2, 5, 6.
Sehingga nama senyawa 2,5,6-trimetil-3-oktena
Jawaban: D


Ditulis oleh: Admin Pembahasan Contoh soal Updated at : Monday, April 17, 2017

Sunday, 16 April 2017

Contoh soal rumus alkana, alkena, alkuna & pembahasan

Nomor 1
Hidrokarbon yang banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik adalah golongan alkena. Rumus umum senyawa alkena adalah....
A. CnH2n
B. CnH2n+1
C. CnH2n+2
D. CnH2n-1
E. CnH2n - 2

Pembahasan
Rumus umum alkena = CnH2n
Rumus umum alkana = CnH2n+2
Rumus umum alkuna = CnH2n-2
Jawaban: A

Nomor 2
Untuk memudahkan memahami berbagai senyawa, senyawa tersebut dikelompokkan ke dalam deret homolog. Kelompok senyawa yang merupakan deret homolog adalah....
A. CH4, C2H4, C3H4
B. C2H6, C3H6, C4H6
C. CH4, C2H6, C3H8
D. C2H4, C4H8, C6H14
E. C6H6, C3H8, C4H18

Pembahasan
Deret homolog menunjukkan deretan senyawa yang satu golongan, bisa alkana semua, alkena semua atau alkuna semua. Untuk soal nomor 2, yang termasuk deret homolog adalah pilihan C, karena termasuk senyawa Alkana semua.
CH4 = n = 1 maka jika dimasukkan ke rumus CnH2n+2 = CH4
C2H6 = n = 2 maka jika dimasukkan ke rumus CnH2n+2 = C2H6
C3H8 = n = 3 maka jika dimasukkan ke rumus CnH2n+2 = C3H8
Jawaban: C

Nomor 3
Deret homolog senyawa golongan alkuna adalah...
A. C2H2, C2H4, C2H6
B. C2H2, C3H4, C4H8
C. C2H2, C3H4, C4H6
D. C2H4, C3H6, C4H8
E. C2H4, C3H12, C4H10

Pembahasan
Senyawa alkuna mempunyai rumus CnH2n-2. Deret senyawa yang sesuai dengan rumus tersebut adalah C2H2, C3H4, C4H6.
Jawaban: C

Nomor 4
Rumus kimia senyawa hidrokarbon yang merupakan rumus kimia alkana adalah...
A. C6H14
B. C7H12
C. C7H10
D. C7H14
E. C8H16

Pembahasan
Senyawa alkana mempunyai rumus: CnH2n+2
C6H14 = n = 6 maka CnH2n+2 = C6H14 (alkana)
C7H12 = n = 7 maka CnH2n+2 = C7H16 jadi C7H12 bukan alkana
C7H10 dan C7H14 juga bukan alkana.
C8H16 n = 8 maka CnH2n+2 = C8H18 jadi C8H16 bukan alkana.
Jawaban: A

Nomor 5
Senyawa homolog setelah C6H14 adalah...
A. C4H6
B. C7H12
C. C7H10
D. C7H16
E. C8H18

Pembahasan
C6H14 adalah senyawa alkana karena sesuai dengan rumus CnH2n+2. Jadi untuk menentukan senyawa homolog, cari senyawa alkana pada pilihan. Yang termasuk senyawa alkana adalah C7H16, karena = = 7 maka CnH2n+2 = C7H16.
Jawaban: D

Nomor 6
Terdapat lima macam rumus molekul senyawa hidrokarbon sebagai berikut:
  1. C2H4
  2. C3H6
  3. C5H12
  4. C4H10
  5. C6H14
Senyawa yang termasuk alkena adalah....
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 3 dan 4
E. 4 dan 5

Pembahasan
Senyawa alkena mempunyai rumus CnH2n.
C2H4 = alkena
C3H6 = alkena
C5H12 = alkana
C4H10 = alkana
C6H14 = alkana
Jawaban: A


Ditulis oleh: Admin Pembahasan Contoh soal Updated at : Sunday, April 16, 2017

Friday, 14 April 2017

Contoh soal jenis atom karbon & pembahasan

Nomor 1
Tentukan jumlah atom karbon primer, sekunder, tersier dan kuartener dalam senyawa-senyawa dibawah ini!.
Contoh soal jenis atom karbon 

Pembahasan
Atom C primer adalah atom C yang hanya mengikat satu atom C lainnya. Jadi jumlah atom C primer adalah 3 buah, seperti gambar (C yang berwarna merah).
Atom C Primer 

Atom C sekunder adalah atom C yang mengikat dua atom C lainnya. Jadi jumlah atom C sekunder adalah 3 buah seperti gambar dibawah (C yang berwarna merah).
Contoh atom C sekunder
Atom C tersier adalah atom C yang mengikat 3 atom C lainnya. Jumlahnya ada 1 buah seperti ditunjukkan gambar dibawah ini!.
Contoh atom C tersier
Atom C kuartener adalah atom C yang mengikat 4 atom C lainnya. Pada soal ini, tidak ada atom C kuartener sehingga jumlahnya 0.

Nomor 2
Tentukan jumlah atom karbon primer, sekunder, tersier dan kuartener dalam senyawa-senyawa dibawah ini!.

Contoh soal jenis atom karbon
Pembahasan 
Jumlah Atom C primer = 9 buah.
Jumlah Atom C sekunder = 3 buah.
Jumlah Atom C tersier = 2 buah.
Jumlah Atom C kuartener = 3 buah.


Ditulis oleh: Admin Pembahasan Contoh soal Updated at : Friday, April 14, 2017

Thursday, 13 April 2017

Contoh soal tata nama senyawa biner, poliatomik dan pembahasannya

Berikut adalah tata cara memberi nama senyawa biner:
  1. Senyawa biner yang terdiri dari atom logam dan nonlogam diberi nama dengan cara menyebutkan ion positifnya diikuti ion negatif.
  2. Senyawa biner yang terdiri dari atom-atom nonlogam diberi nama dengan atom yang lebih positif, diikuti atom yang lebih negatif, kemudian ditambah akhiran -ida.

Cara memberi nama senyawa Poliatomik:
Nama kation disebut terlebih dahulu, lalu diikuti anion.
Sebagian besar anion poliatomik berakhiran -it atau -at, hanya sebagian kecil yang berakhiran -ida seperti OH- (hidroksida) dan CN- (Sianida).
Unsur logam transisi yang memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi, bilangan oksidasinya ditulis dalam tanda kurung.

Untuk lebih jelasnya, pelajari pembahasan soal dibawah ini:

Nomor 1
Berilah nama senyawa berikut:
a. KCl
b. NaH
c. AlBr3
d. BaCl2
e. Cl2O
f. Br2O3
g. BF3

Pembahasan
KCl = kalium klorida (K sebagai kation dan Cl sebagai anion)
NaH = Natrium hidrida (Na sebagai kation dan H sebagai anion)
AlBr3 = Aluminium bromida (Al sebagai kation dan Br3 sebagai anion)
BaCl2 = Barium klorida
Cl2O = Diklorin monoksida
Br2O3 = Dibromin trioksida
BF3 = Boron triflorida

Nomor 2
Tentukan nama senyawa poliatomik berikut:
a. Al(OH)3
b. Na2SO4
c. Al2(SO4)3
d. Ca(ClO)2
e. NaH2PO4

Pembahasan
Al(OH)3 = Aluminium hidroksida
Na2SO4 = Natrium sulfat
Al2(SO4)3 = Aluminium sulfat
Ca(ClO)2 = Kalsium hipoklorit
NaH2PO4 = Natrium hidrogen fosfat.

Nomor 3
Tuliskan rumus molekul senyawa berikut:
a. Litium fosfat
b. Mangan (II) sulfat
c. Natrium bikarbonat

Pembahasan
Litium fosfat = Li3PO4
Mangan (II) sulfat = MnSO4
Natrium sulfat = NaHCO3


Ditulis oleh: Admin Pembahasan Contoh soal Updated at : Thursday, April 13, 2017

Tuesday, 11 April 2017

Contoh soal pereduksi, pengoksidasi & pembahasannya

Pereduksi atau reduktor adalah zat yang mengalami reaksi oksidasi. Pengoksidasi atau oksidator adalah zat yang mengalami reaksi reduksi. Untuk lebih jelasnya, pelajari pembahasan contoh soal dibawah ini!.

Nomor 1
Tentukan bilangan oksidasi, jenis reaksi, dan sifat zat dari reaksi-reaksi dibawah ini!
2Ag+ + Ni → 2Ag + N2+

Pembahasan
Biloks Ag+ = +1 (sesuai dengan jumlah muatan).
Biloks Ni = 0 (unsur bebas)
Biloks Ag = 0 (unsur bebas)
Biloks N2+ = +2
Biloks Ag turun dari +1 menjadi 0 (oksidator)
Biloks Ni naik dari 0 menjadi +2 (reduktor)
Karena terjadi perubahan biloks, maka jenis reaksi = reakdi redoks.

Nomor 2
Zn + 2NO3- → Zn2+ + 2NO2- + O2

Pembahasan
Biloks Zn = 0 (unsur bebas)
Biloks N = +6

Biloks Zn2+ = +2 (sesuai dengan jumlah muatan)
Biloks N = +5
Jadi
Biloks Zn naik dari 0 menjadi +2 (reduktor)
Biloks N turun dari +6 menjadi +5 (oksidator)
Karena terjadi perubahan biloks maka jenis reaksi adalah reaksi redoks.

Nomor 3
Pada persamaan reaksi:
KMnO4 + H2C2O4 + H2SO4 → K2SO4 + MnSO4 + CO2 + H2O
Zat yang berperan sebagai pereduksi adalah...
A. KMnO4
B. H2C2O4
C. H2SO4
D. MnSO4
E. H2O

Pembahasan
Biloks pereaksi
Biloks C = +3 (biloks H = 1 dan biloks O4 = -8 sehingga 0 = 2 . 1 + 2 biloks C + (-8))

Biloks hasil reaksi
Biloks C (CO2) = +4 (biloks O2 = -4 sehingga 0 = biloks C + (-4))

Biloks C naik dari +3 menjadi +4 sehingga H2C2O4 sebagai pereduksi.
Jawaban: B


Ditulis oleh: Admin Pembahasan Contoh soal Updated at : Tuesday, April 11, 2017

Sunday, 9 April 2017

Contoh soal reaksi redoks, autoredoks & pembahasannya

Suatu reaksi dikatakan reaksi redoks jika terjadi penurunan dan peningkatan bilangan oksidasi. Dengan kata lain reaksi redoks terjadi jika adanya perubahan bilangan oksidasi atau biloks. Reaksi autoredoks terjadi jika terdapat satu unsur yang mengalami reaksi reduksi dan reaksi oksidasi sekaligus. Untuk lebih jelasnya, pelajari pembahasan contoh soal reaksi reaksi redoks dibawah ini:

Tentukan apakah reaksi-reaksi dibawah ini reaksi redoks, auto redoks atau bukan reaksi redoks!.
Nomor 1
KOH + HBr → KBr + H2O

Pembahasan
K   O  H    +   H  Br → K    Br   +   H2   O
+1 -2  +1       +1 -1      +1  -1         +1  -2
Pada reaksi tersebut tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi sehingga bukan reaksi redoks.

Nomor 2
CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O

Pembahasan
C   H4    +   2O2   →  C    O2     +   2H2     O
-4  +1            0        +4   -2            +1       -2
Pada reaksi tersebut biloks C meningkat dari -4 menjadi +4 dan biloks O menurun dari 0 menjadi -2, sehingga merupakan reaksi redoks.

Nomor 3
Pb2+ + 2Cl- → PbCl2

Pembahasan
Pb2+  + 2Cl-  →   Pb     Cl2
+2         -1           +4     -2
Pada reaksi tersebut, biloks Pb naik dari +2 menjadi +4 dan biloks Cl turun dari -1 menjadi -2 sehingga termasuk reaksi redoks.

Nomor 4
Zn + 2HCl → ZnCl2 + H2

Pembahasan
Zn   +  2H    Cl  →  Zn   Cl2   +  H2
0          +1    -1       +2    -1        0
Pada reaksi tersebut biloks Zn naik dari 0 menjadi +2 dan biloks H turun dari +1 menjadi 0 sehingga reaksi redoks.

Nomor 5
2KOH + Br2 → KBr + KBrO + H2O

Pembahasan
2K   O   H   +  Br2 → K  Br + K   Br   O + H2  O
 +1  -2   +1      0        +1 -1    +1  +1  -2    +1  -2
Pada reaksi tersebut biloks Br2 turun dari 0 menjadi -1 sekaligus naik dari 0 menjadi +1 sehingga merupakan reaksi autoredoks.

Nomor 6
AgNO3 + NaCl  → AgCl + NaNO3

Pembahasan
Ag  N  O3   +  Na   Cl   → Ag  Cl   +  Na   N   O3
+1  +5 -2        +1    -1       +1  -1       +1   +5  -2
Pada reaksi tersebut tidak terjadi perubahan biloks sehingga bukan reaksi redoks.

Nomor 7
CaCO3 + 2HCl  → CaCl2 + H2O + CO2

Pembahasan
Ca   C   O3 + 2H  Cl  →  Ca   Cl2  +   H2   O +   C   O2
 +2  +4  -2      +1 -1        +2   -1        +1    -2     +4  -2
Pada reaksi tersebut tidak terjadi perubahan biloks sehingga bukan reaksi redoks.


Ditulis oleh: Admin Pembahasan Contoh soal Updated at : Sunday, April 09, 2017

Wednesday, 5 April 2017

Contoh soal reaksi oksidasi, reaksi reduksi & pembahasan

Reaksi oksidasi ditandai dengan adanya peningkatan bilangan oksidasi. Reaksi reduksi ditandai dengan adanya penurunan bilangan oksidasi. Untuk lebih jelasnya, pelajari pembahasan contoh soal dibawah ini.

Nomor 1
Reaksi berikut yang termasuk reaksi oksidasi adalah....
A. 2Na2O → 4Na + O2
B. 2BaO2 → 2BaO + O2
C. 2K + O2 → 2K2O
D. Cu2O + H2 → 2Cu + H2O
E. 2Na2O2 → 2Na2O + O2

Pembahasan
Terlebih dahulu tentukan biloks Na pereaksi
Muatan 2Na2O = 4 x biloks Na + biloks O
0 = 4 biloks Na + (-2)
biloks Na = 2/4 = 1/2
Biloks Na hasil reaksi = 4 x biloks Na = 4 x 1 = 4
Jadi terjadi peningkatan biloks Na dari 1/2 menjadi 4 (reaksi oksidasi).

Biloks Ba pada 2BaO2
Muatan 2BaO2 = 2 biloks Ba + 4 biloks O
0 = 2 biloks Ba + 4 (-2)
biloks Ba = 4
Biloks Ba pada 2BaO
Muatan 2BaO = 2 biloks Ba + 2 biloks O
0 = 2 biloks Ba + 2 (-2)
biloks Ba 2.
Terjadi penurunan biloks Ba dari 4 menjadi 2 (reaksi reduksi)

Biloks K  pada 2K = 2 x biloks K = 2 x 1 = 2
Biloks K pada 2K2O
0 = 4 biloks K + 2 (-2)
biloks K = 4/4 = 1
Terjadi penurunan biloks K dari 2 menjadi 1 (reaksi reduksi)

Biloks Cu pada Cu2O
0 = 2 biloks Cu + (-2)
biloks Cu = 1
Biloks 2Cu = 2 x biloks Cu = 2 x 0 = 0
Jadi terjadi penurunan biloks Cu dari 1 menjadi 0 (reaksi reduksi)

Biloks Na pada 2Na2O2
0 = 4 biloks Na + 4 (-2)
biloks Na = 2
Biloks Na pada 2Na2O
0 = 4 biloks Na + 2 (-2)
biloks Na = 1
Terjad penurunan biloks Na dari 2 menjadi 1 (reaksi reduksi)

Jadi yang merupakan reaksi oksidasi adalah pilihan A.
Jawaban: A

Nomor 2
Reaksi berikut yang termasuk reduksi adalah.....
A. Zn → Zn2+ + 2e-
B. Na → Na+ + e-
C. H2 → 2H+ + 2e-
D. Cu2+ + 2e- → Cu
E. Fe2+ → Fe3+ + e-

Pembahasan
A. terjadi peningkatan biloks Zn dari 0 menjadi 2 (reaksi oksidasi)
B. terjadi peningkatan biloks Na dari 0 menjadi 1 (reaksi oksidasi)
C. terjad peningkatan biloks H dari 0 menjadi 2 (reaksi oksidasi)
D. terjadi penurunan biloks Cu dari 2 menjadi 0 (reaksi reduksi)
E. terjadi peningkatan biloks Fe dari 2 menjadi 3 (reaksi oksidasi)
Jawaban: D

Nomor 3
Reaksi yang menyebabkan peningkatan biloks adalah...
A. Cu2+ + 2e → Cu
B. I2 + 2e → 2I--
C. BrO3- + 6H+ + 6e → Br- + 3H2O
D.Fe2+ → Fe3+ + e
E. O2 + O → O3

Pembahasan
A. Biloks Cu menurun dari 2 menjadi 0
B. Biloks I menurun dari 0 menjadi -1

Menentukan biloks Br
muatan BrO3 = biloks Br + 3 biloks O
-1 = biloks Br + 3 (-2)
biloks Br = 5
Biloks Br- = - 1
C. terjadi penurunan biloks Br dari 5 menjadi -1
D. terjadi peningkatan biloks Fe dari 2 menjadi 3
E. tidak terjadi penurunan dan peningkatan biloks O.
Jawaban: D

Nomor 4
Reaksi yang menyebabkan penurunan biloks adalah...
A. CaCO3 → CaO + CO2
B. Zn → Zn3+ + 2e
C. Cl2 + 2e → 2Cl-
D. Cu+ → Cu2+ + e
E. AgNO3 + NaCl → AgCl + NaNO3

Pembahasan
Menentukan biloks Ca
Muatan CaCO3 = bilok Ca + biloks C + 3 biloks O
0 = biloks Ca + 0 + 3 (-2)
biloks Ca = 6
Muatan CaO = biloks Ca + biloks O
0 = biloks Ca + (-2)
biloks Ca = 2
Terjadi penurunan biloks Ca dari 6 menjadi 2
Jawaban: A


Ditulis oleh: Admin Pembahasan Contoh soal Updated at : Wednesday, April 05, 2017

Tuesday, 4 April 2017

Pembahasan contoh soal larutan elektrolit & nonelektrolit

Nomor 1
Manakah pernyataan yang benar tentang elektrolit
A. zat-zat yang jika dilarutkan dalam air akan teruai menjadi ion negatif dan ion posisif.
B. Zat-zat yang jika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi molekul-molekul.
C. Zat-zat yang jika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi atom-atom
D. Zat-zat yang jika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi unsur-unsur
E. Zat-zat yang jika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi gas-gas tertentu.

Pembahasan
Elektrolit merupakan larutan yang dapat menghasilkan arus listrik karena terdapat ion negatif dan ion positif.
Jawaban: A

Nomor 2
Hasil uji daya hantar listrik terhadap larutan A dan larutan B diperoleh hasil sebagai berikut:
Pada larutan A, lampu menyala dan terbentuk gelembung-gelembung gas. Pada larutan B, lampu tidak menyala dan tidak terbentuk gelembung-gelembung gas.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari data tersebut adalah....
A. Larutan A adalah nonelektrolit karena menghasilkan gelembung-gelembung
B. Larutan B adalah elektrolit karena tidak menghasilkan gelembung-gelembung
C. Larutan A adalah elektrolit karena terurai menjadi ion-ion yang menyalakan lampu
D. Larutan B adalah elektrolit karena tidak terurai menjadi ion-ion
E. Larutan A adalah elektrolit karena mudah larut dalam air.

Pembahasan
Pada larutan A, lampu menyala dan terbentuk gelembung-gelembung gas menunjukkan larutan A adalah elektrolit kuat. Pada larutan B, lampu tidak menyala dan tidak terbentuk gelembung gas menunjukkan larutan B adalah nonelektrolit.
Jawaban C

Nomor 3
Larutan dari senyawa berikut yang termasuk kedalam larutan nonelektrolit adalah....
A. urea
B. garam daput
C. air kapur
D. air cuka
E. air laut

Pembahasan
Yang bukan larutan nonelektrolit adalah urea.
Jawaban: A

Nomor 4
Jika dilakukan pengujian larutan elektrolit, larutan yang tidak menyebabkan lampu menyala dan tidak menyebabkan gelembung gas adalah...
A. NaOH
B. NaBr
C. H2SO4
D. C6H12O6
E. HNO3

Pembahasan
Larutan yang tidak menyebabkan lampu menyala dan tidak menyebabkan gelembung gas adalah larutan nonelektrolit.
Jawaban: C

Nomor 5
Senyawa berikut yang termasuk elektrolit lemah adalah...
A. C6H12O6
B. HNO3
C. NH4OH
D. CaO
E. H2SO4

Pembahasan
Elektrolit lemah merupakan larutan yang tidak menyebabkan lampu menyala tapi menimbulkan gelembung gas.
Jawaban: C

Nomor 6
Berikut adalah data hasil pengujian daya hantar listrik beberapa larutan:

Contoh soal larutan elektrolit kuat

Berdasarkan data tersebut, yang merupakan larutan elektrolit kuat adalah nomor...
A. 3 dan 5
B. 2 dan 3
C. 1 dan 5
D. 1 dan 4
E. 2 dan 4

Pembahasan
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang menyebabkan lampu menyala dan terjadi gelembung gas.
Jawaban: D

Nomor 7
Berikut adalah data pengamatan daya hantar listrik beberapa larutan dalam air.

Contoh soal larutan elektrolit lemah

Larutan yang tergolong elektrolit lemah adalah larutan....
A. P, Q, R
B. R, S, T
C. P, R, T
D. U, V, W
E. P, R, W

Pembahasan
Larutan elektrolit lemah tidak menyebabkan lampu menyala tapi menghasilkan gelembung gas.
Jawaban: E

Nomor 8
Berikut ini data hasil uji elektrolit air dari berbagai sumber:

Contoh soal larutan elektrolit dan nonelektrolit

Pernyataan yang tepat untuk data tersebut adalah....
A. air laut tergolong elektrolit lemah
B. air murni tergolong elektrolit paling lemah
C. daya hantar listrik air sungai lebih kecil daripada air hujan
D. daya hantar listrik air hujan paling lemah
E. air murni termasuk elektrolit kuat.

Pembahasan
Berdasarkan data disimpulkan bahwa air murni, air sungai dan air hujan adalah elektrolit lemah dan air murni sebagai elektrolit paling lemah. Air laut merupakan elektrolit kuat karena dapat menyalakan lampu dan menghasilkan gelembung gas yang cepat.
Jawaban: B

Nomor 9
Jika dilakukan pengujian daya hantar listrik, larutan yang dapat menyebabkan lampu menyala dan menimbulkan gelembung gas adalah...
A. C6H12O6
B. HBr
C. CO(NH2)2
D. CH3COOH
E. NH4OH

Pembahasan
Soal menunjukkan elektrolit kuat.
Jawaban: B


Ditulis oleh: Admin Pembahasan Contoh soal Updated at : Tuesday, April 04, 2017